olahraga Futsal sangat digemari Roberto Rivellino (BRA)
Roberto Rivellino (lahir pada 1 Januari 1946 di São Paulo) merupakan seorang mantan pemain bintang sepakbola Brazil (legenda).
Anak dari seorang imigran asal Italia, dia sangat dikenali karena
kumisnya, tendangan bebas jarak jauhnya, umpan jauhnya yang akurat,
pemain yang cerdas di laangan serta kemampuan luar biasa dalam menguasai
bola. Dia juga yang memperkenalkan gerakan yang di kenal sebagai
"flip-flap", yang saat ini sering dipertontonkan oleh Ronaldinho, Zlatan Ibrahimović and Cristiano Ronaldo. Dia juga dipercaya sebagai salah satu pemain paling bersinar dan salah satu pemain tengah terbaik di masanya.
Rivellino memulai karirnya sebagai seorang pemain futsal di Clube
Atletico Barcelona. Setelah itu kemudian mencoba peruntungannya dengan
pindah ke rival terbesar Barcelona di futsal yaitu Corinthians,
yang mana membawanya ke jenjang sepakbola profesional dan segera
menjadi pujaan para fans klub tersebut - dan memberinya julukan "O Rei
do Parque" (Rajanya Parque) - dari nama stadion Corinthians yakni Parque
São Jorge. Namun, pada akhir 60-an dan awal 70-an merupakan salah satu
masa terburuk dalam sepanjang sejarah klub tersebut, yang mana tak mampu
meraih satu gelar pun sejak 1954 hingga 1977.
Pada tahun 1974, setelah Corinthians kalah dari seteru abadinya Palmeiras
pada final liga São Paulo, Rivelino dianggap sebagai yang paling
bertanggung jawab oleh sebagian besar fans. Dia kemudian pindah ke Rio de Janeiro, membela Fluminense sampai akhir 70-an. Tak diragukan lagi bahwa Rivellino merupakan aktor utama dalam prestasi luar biasa yang di tunjukkan oleh Fluminense
pada medio 70-an, dengan julukan "the tricolor machine", bersama Doval,
Pintinho, Gil and Carlos Alberto Torres. Dia menjuarai kejuaraan liga
Rio de Janeiro pada tahun 1975 dan 1976. Pada akhir masa karirnya, dia
pindah ke Arab Sudi dan bermain untuk klub Al-Hilal, hingga pensiun pada tahun 1981.
Rivellino merupakan salah satu pemain timnas Brazil yang memiliki
caps lebih dari 90 pertandingan. Dia selalu menjadi pilihan utama pada 1970 FIFA World Cup, mencetak 3 goal, termasuk tendangan bebas kerasnya ke gawang Czechoslovakia,
yang memberinya julukan lain yaitu "Patada Atómica" (Tendangan Atom)
oleh fans dari Meksiko. Ia juga masuk dalam tim nasional Brazil yang
bermain pada 1974 dan 1978 FIFA World Cup, namun tidak sesukses pada tahun 1970 yang mampu meraih juara, kali ini hanya mampu meraih peringkat 4 dan 3.
Setelah pensiun dari sepakbola profesional, Rivellino memulai karier
baru sebagai komentator sepakbola dan pelatih (dia menangani tim Shimizu S-Pulse di J. League).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar